Adam Smith, Tokoh Ekonomi Dunia dan Bapak Ekonomi Dunia

By | September 13, 2021
bapak ekonomi dunia

Adam Smith merupakan salah satu tokoh ekonomi dunia yang dikenal dengan teori ekonomi Laissez Faire. Teori ini lahir dan berkembang di Eropa pada abad 18. Dalam pandangannya, Smith memiliki keyakinan bahwa ada hak yang bisa digunakan untuk memengaruhi kemajuan ekonomi secara mandiri. Dalam hal ini, campur tangan negara atau sebuah perkumpulan dianggap tidak ada.

Dengan teori yang dikembangkannya ini, Adam Smith mampu mengubah pandangan masyarakat di Eropa pada saat itu. Begitu besar penganut Adam Smith yang menjabarkan ajarannya dalam berbagai kebijakan ekonomi, membuat Adam Smith dinobatkan sebagai bapak Ekonomi Dunia.

Pendidikan

Adam Smith merupakan seorang yang memiliki kecerdasan luar biasa sejak usia anak-anak. Hal ini terlihat ketika dalam usia 13 tahun Smith sudah berhasil menduduki bangku pendidikan di Universitas Glasgow. Di tempat ini, Adam Smith belajar mengenai filosofi moral. Gurunya adalah Francis Hutchenson yang dijuluki Adam Smith sebagai “Si orang yang tidak boleh dilupakan”.

Melalui ajaran yang didapatnya inilah, Smith memiliki keyakinan dan pandangan tentang kebebasan, akal sehat, serta kebebasan berpendapat. Adam Smith meyakini bahwa sebuah keberhasilan akan bisa dicapai apabila suatu individu memiliki keleluasaan mutlak untuk mengembangkan diri. Intervensi dan campur tangan dari pihak lain hanyalah sebuah cara yang bisa membawa seseorang ke jurang kehancuran.

Karena kecerdasannya, pada 1740, Adam Smith mendapatkan penghargaan Snell Eshibition. Melalui penghargaan ini, Adam Smith memiliki kesempatan belajar di Kampus Ballio, Oxford.

Namun demikian, karena ketidakpuasannya atas sistem yang ada dalam universitas tersebut, Adam Smith memilih untuk keluar pada 1746. Alasannya untuk keluar dari universitas tersebut dituangkannya dalam buku ke-5 dari The Wealth of Nation. Menurutnya, kuliah di tempat tersebut hanya merupakan cara untuk menurunkan kualitas diri dan membuat kekayaan intelektual yang ada pada seseorang menghilang.

Setelah dua tahun tidak berkecimpung di dunia  pendidikan, akhirnya pada 1748, Adam Smith memulai karier memberikan kuliah di Edinburgh. Pembimbingnya saat itu adalah Lord Kames. Pada awalnya, sebagian materi kuliah yang disampaikannya membahas menegnai retorika dan belles laetters. Materi ini kemudian menyinggung pula mengenai subyek tentang kemajuan dan kesehahteraan.

Karya Adam Smith

Karya Adam Smith yang dijadikan kitab suci ekonomi dunia adalah buku berjudul The Wealth of Nation yang dibuatnya pada 1776.  Buku ini mampu memberikan pengaruh yang cukup luas dan menjadi salah satu acuan melawan konsep merkantilisme yang saat itu berkembang. Dalam konsep merkantilisme, ada sebuah teori di mana logam mulia merupakan salah satu komponen yang harus ada sebagai bagian dari cadangan besar sebuah negara.

Keyakinan akan kebebasan yang melekat dalam benak Adam Smith pulalah yang kemudian memicu kesadaran tentang arti penting perdagangan bebas. Kesadaran ini muncul di Amerika dan Inggris sejak tahun 1776 pada saat buku ini diterbitkan.

Gagasan lain dari The Wealth of Nation Adam Smith adalah penolakan pernyataan psiokrat yang menyatakan arti penting lahan. Adam Smith justru meyakni bahwa buruh adalah sebuah prioritas yang harus diutamakan, karena buruh mampu memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap sistem produksi.

Konsep Adam Smith yang saat ini berkembang adalah pemikiran mengenai pasar bebas. Smith meyakini bahwa dalam mekanisme pasar, ada komponen yang disebut sebagai tangan tak terlihat yang menentukan mekanisme pasar tersebut.

Sebagai tokoh ekonomi dunia, Smith meyakini bahwa dalam transaksi ekonomi ada sebuah sikap egois dan ketamakan dari manusia, sehingga pada akhrinya manusia akan memiliki hasrat untuk mencapai harga terendah dalam setiap transaksi dengan mengambil keuntungan yang maksimal. Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai prinsip ekonomi.